Rumusan masalah sosial
1.
Apa yang
dimaksud dengan masalah sosial ?
2.
Apa saja
ketegori masalah sosial ?
Kategori masalah tersebut
Apa yang dimaksud dengan masalah sosial?
Beberapa
masalah sosial menurut para ahli, yaitu:
Jensen, 1992. Masalah sosial adalah
perbedaan antara harapan dan kenyataan atau sebagai kesenjangan antara situasi
yang ada dengan situasi yang seharusnya.
Soejono Soekamto. Masalah sosial
merupakan suatu ketidaksesuaian antara unsur kebudayaan atau kelompok yang
membahayakan suatu kelompok sosial.
Martin S. Weinberg. Masalah sosial
merupakan situasi yang dinyatakan sebagai suatu keadaan yang bertentangan
dengan nilai-nilai oleh warga masyarakat yang cukup penting, dimana masyarakat
akan melakukan suatu tindakan untuk mengubah situasi tersebut.
Soetomo. Masalah sosial adalah
sebagai kondisi yang tidak diinginkan oleh sebagian besar warga masyarakat.
Jadi, masalah
sosial merupakan proses terjadinya ketidaksesuaian antara unsur-unsur dalam
kebudayaan suatu masyarakat yang membahayakan kehidupan kelompok-kelompok
sosial. Dengan kata lain masalah sosial menyebabkan terjadinya hambatan dalam
pemenuhan kebutuhan masyarakat. Hal itu berakibat terjadi disintegrasi sosial
atau rusaknya ikatan sosial. Proses disintegrasi sebagai akibat perubahan
sosial yang terjadi dalam masyarakat.
Masalah sosial
juga merupakan suatu kondisi yang tidak diinginkan ada dalam suatu masyarakat
karena dapat mengganggu ketentraman masyarakat dan dibutuhkan adanya suatu
tindakan sebagai hasil kesepakatan bersama untuk mengatasi atau memperbaikinya.
Faktor-faktor yang menyebabkan masalah sosial
Masalah sosial
timbul dari kekurangan dalam diri manusia atau kelompok sosial yang bersumber
pada faktor-faktor ekonomis, biologis, psikologis, dan kebudayaan.
1.
Faktor ekonomis
Dalam
segi ekonomi masalah sosial yang timbul yaitu kemiskinan dan pengangguran yang
seharusnya di tanggungjawab pemerintah. Karena pesatnya globalisasi dan
kemajuan teknologi yang membuat pelaku bisnis tidak lagi membutuhkan para
manusia sebagai tenaga kerjanya. Kebanyakan para pembisnis memakai mesin mesin
canggih atau robot untuk melakukan tugas tugasnya. Selain itu meminimalkan dana
untuk pengeluaran gaji para pegawai, penggunaan mesin juga dapat meningkatkan
kualitas jumlah produksi. Akhirnya timbul pengangguran pengganguran yang dapat
menimbulkan masalah sosial dalam masyarakat.
2.
Faktor biologis
Faktor
ini juga dapat menimbulkan masalah sosial misalnya terjadinya wabah penyakit
serta kurang gizi. Itu dapat terjadi karena kurangnya fasilitas kesehatan yang
memadai dengan kondisi ekonomi yang kurang baik.
3.
Faktor psikologis
Faktor
ini dapat muncul karena masyarakat mengalami berat beban hidup yang dirasakan
khususnya didaerah perkotaan. Sehingga dapat menimbulkan emosi yang pada
akhirnya terjadi konflik antar masyarakat.
4.
Faktor kebudayaan
Perkembangan
budaya dapat menimbulkan masalah sosial misalnya pernikahan dini, perceraian
dan kenakalan remaja. Faktor kebudayaan ini perlu mendapatkan perhatian yang
sangat serius, sebab kebudayaan dapat mencerminkan suatu kebiasaan
masyarakatnya.
Identifikasi penyakit
sosial didaerah perkotaan
Penyakit sosial merupakan suatu
bentuk kebiasaan masyarakat yang berperilaku tidak sesuai dengan norma dan
nilai sosial, sehingga terjadi perilaku yang menyimpang kebiasaan masyarakat
yang dapat disebut sebagai bentuk penyakit sosial antara lain:
·
Minuman keras
Merupakan
minuman yang memiliki kandungan alkohol lebih dari 5% , keberadaan miras di Indonesia
sangat dibatasi oleh pemerintah. Para pemabuk minuman keras dapat dianggap
sebagai penyakit masyarakat.
·
Berjudi
Adalah
cara mempertaruhkan harta yang seharusnya dapat dimanfaatkan. Permainan judi
biasanya dilatar belakangi oleh faktor ekonomi agar dapat memperoleh uang
secara cepat tanpa bekerja melalui permainan. Kebiasaan berjudi membuat orang
menjadi malas dan tidak mau bekerja. Berjudi sama seperti dengan meminum
minuman keras dapat membuat orang kertergantungan
·
Kenakalan remaja
Dapat
dikatakan sebagai perubahan sikap dan pola perilaku pada diri seseorang.
Kecendrungan remaja terikat dengan lingkungan sosial sebayanya mudah
terpengaruh dan terbawa arus lingkungannya oleh karena itu orang tua harus
membimbing setiap anak remaja yang tumbuh dewasa. Kenakalan remaja merupakan
suatu bentuk atau aktivitas yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang
berlaku. Perilaku mereka mencerminkan perkembangan emosi tanpa memperdulikan
lingkungannya misalnya kebut kebutan dan membuat keributan. Mudahnya remaja
terlibat dalam penyalahgunaan miras, narkoba, meroko, ganja, bahkan tindak
kejahatan merupakan perilaku yang menyimpang yang berawal dari iseng atau
keingintahuan yang tinnggi sehingga membuat mudah terjerumus keperilaku yang
menyimpang.